MAIN MENU
  HOME
  Articles
  News & Info
  Teachings
  Questions & Answers
  Prophetic Mission
  Mission in Pictures
  Prayer Statement
  Book of Worship
  Bulletins
  Resources
  About CPM
  Contact CPM
  HOME PRAYER STATEMENT PENDOA SYAFAAT

PENDOA SYAFAAT DAN PEPERANGAN ROHANI MERUPAKAN DUA HAL YANG TIDAK TERPISAHKAN. PANGGILAN DEBAGAI PENDOA SYAFAAT MENUNTUT KITA UNTUK BERPERANG MERUBAH IKLIM ROHANI YANG TELAH DIPENGARUHI IBLIS UNTUK MENYESATKAN PANDANGAN ORANG TERHADAP KEBENARAN.

Sejak awal peperangan rohani sudah dimulai di alam roh. Para malaikat diciptakan juga untuk melakukan fungsi berperang, dan peperangan yang pertama terjadi di sorga antara malaikat pimpinan Mikhael dengan Lucifer dan pengikutnya. Mikhael dan bala tentaranya tampil melawan Lucifer bukan dalam situasi yang santai dan lembut seperti banyak pendoa syafaat melakukannya. Tidak! mereka fighting each other, berkelahi dengan dahsyat untuk mencapai target kemenangan, dan Mikhael menang. Prinsip ini menjadi demikian penting bagi manusia Perjanjian Baru, ketika Yeshua Hamasiah sudah merebut kemenangan melalui kebangkitan-Nya dari kematian 2000 tahun yang lalu sehingga kemenangan itu telah tersedia bagi kita, tinggal bagaimana kita mengambilnya menjadi milik kita dan itu berarti berhadapan dengan Iblis yang selalu berusaha mencurinya. Para pendoa syafaat di akhir zaman harus maju ke medan perang dengan tujuan untuk menang. Jika tidak demikian, kita telah kalah bahkan sebelum peperangan dimulai. Perintah Tuhan sudah jelas untuk merebut kemenangan, karena kita sudah di-design sebagai umat pemenang, yang dalam pengertian lain dikatakan sebagai "umat penakluk".

Pihak militer Amerika terjun di medan perang Vietnam tanpa perintah yang jelas untuk menang, sebab itu mereka tidak pernah menyatakan dirinya sebagai pemenang. Sangat berbeda dengan perang Teluk 1991 dimana mereka mulai dengan suatu sikap seorang pemenang. "Kami akan menang, kami akan melakukan apapun juga dan tidak akan mundur sampai kami menang", kata Jenderal Norman Schwarzkopf, panglima tentara multinasional. Itu suatu contoh dari peperangan fisik, tetapi prinsip yang sama sebenarnya terjadi di dalam peperangan rohani. Kita harus masuk ke dalam peperangan dengan suatu tujuan/target yang pasti yaitu bertempur hingga akhir dan menang. Korban darah Kristus dan peristiwa kemenangannya 2000 tahun yang lalu adalah jaminan dari kemenangan umat-Nya. Kalau ada orang Kristen yang hidupnya terus-menerus kalah, itu karena mereka tidak pernah maju ke medan perang untuk merebut kemenangan yang Yesus sudah berikan. Atau mereka maju ke medan perang tetapi tidak sungguh-sungguh berperang sehingga pihak musuh terus-menerus memperoleh kesempatan untuk menang dengan membuat kerusakan-kerusakan dalam hidup mereka. Atau mereka maju berperang tanpa pengetahuan tentang musuh, tanpa pengetahuan tentang kehendak Tuhan dan tanpa pengetahuan tentang fungsi dan panggilan, itupun sangat berbahaya.

Anda bisa lihat disekitar anda masih begitu banyak orang kalah dan menyerah kepada tekanan-tekanan Iblis. Masalah ekonomi, rumah tangga, keluarga, sakit penyakit, dan seterusnya, menjadi sarana Iblis untuk menyebar kerusakannya tanpa perlawanan. Terkadang mereka bicara banyak, sok rohani, tetapi dalam peperangan mereka tidak melakukan apa-apa sehingga musuh terus-menerus memperoleh kesempatan untuk menang dan menginjak-injak mereka. Ini sangat menyedihkan. Sesungguhnya, pada hari-hari terakhir dihadapan kita ini orang Kristen harus masuk ke medan perang bila ingin survive sebagai umat yang dibanggakan-Nya. Pekerjaan-pekerjaan Iblis harus dihentikan di dalam kehidupan kita, dan kita sudah mendapat perintah yang jelas untuk menang.

Sudah berabad-abad komunitas gereja Tuhan menjadi bulan-bulanan Iblis. Walaupun selalu mengalami hal-hal yang supranatural mereka tidak mengalami banyak kemajuan karena hanya berputar-putar di dalam dunia yang dibatas oleh doktrin, dogma, dan organisasi manusia, ditambah lagi tradisi dan legalisme yang kaku. Dan bukan bertindak sebagai penjaga dan memelihara apa yang telah ada pada mereka, bukan merampas semua hak yang telah diberikan Yesus kepada umat-Nya dari Iblis si pencuri. Tetapi Puji Nama Tuhan, di akhir zaman ini Ia telah membangkitkan generasi yang bukan hanya berpengetahuan dan beriman tetapi juga bertindak, yang mengerti bagaimana caranya berperang, menyerang, dan menang.

Di saat Tuhan memerlukan gereja-Nya untuk melakukan perubahan-perubahan absolut di dalam kehidupan manusia, Ia selalu mempersiapkan dan memperlengkapi sebuah generasi pahlawan.

Dan kita adalah bagian dari generasi itu, dimana Tuhan sendiri mengajar dan melatih kita untuk masuk dalam peperangan akhir zaman.

"…maksudnya hanyalah supaya keturunan-keturunan orang Israel yang tidak mengenal perang yang sudah-sudah, dilatih berperang oleh TUHAN" (Hakim-hakim 3:2).

Di dalam "King James Version" terjemahannya adalah bahwa Tuhan membiarkan mereka untuk "diajar berperang", "to teach them war". Tuhan ingin umat-Nya terlatih untuk perang dan mengenal strategi dan tipu daya musuh.

Banyak orang berpikir bahwa sekarang ini adalah masa damai. Itu tidak benar. Saat ini gereja sedang berperang bagi bangsa-bangsa di dunia. Dan saat ini sampai tiba kesudahannya tidak ada masa damai, kalau adapun itu damai palsu. Jika Tuhan telah memperingatkan umat-Nya di dalam Perjanjian Lama untuk tetap siap berperang, maka alangkah lebih seriusnya lagi keadaan di akhir zaman ini. Generasi ini harus terlatih untuk berperang sehingga Tuhan dapat memenuhi dan menyempurnakan rencana-rencana dan tujuan-tujuan-Nya atas kita semua generasi terakhir, sebagai generasi yang melengkapi kemenangan Yesus.



next:   Peperangan Di Alam Roh. >>







  ARTICLE CONTENT:
1. Peperangan Rohani.
2. Peperangan Di Alam Roh.
3. Manifestasi Kuasa Kegelapan.
4. Menyatakan Kemenangan.
5. Peperangan Kita.
6. Panggilan Pendoa Syafaat.
7. Melepaskan Kuasa.

      

  BULLETINS


 
Home | Articles & Readings | News & Events | Teachings | Q&A | Prophetic Mission
Mission In Picture | Prayer | Worship |Bulletins |Resources | About Us | Contact Us
Copyrights © 2008 Cherubims Prophetic Ministry. All Rights Reserved.