MAIN MENU
  HOME
  Articles
  News & Info
  Teachings
  Questions & Answers
  Prophetic Mission
  Mission in Pictures
  Prayer Statement
  Book of Worship
  Bulletins
  Resources
  About CPM
  Contact CPM
  HOME PRAYER STATEMENT PENDOA SYAFAAT
Kontroversi Nama Allah

Sampai kapan orang Kristen mau bertahan?
Sejak awal tahun 90-an, isu panas ini telah terangkat naik khususnya di beberapa Negara di Asia Tenggara seperti Malaysia, Brunai, dan juga Indonesia. Perlahan tapi pasti, kontroversi nama allah telah menjadi "bom waktu" yang suatu saat akan meledak hebat bila tidak di respons dengan benar. Di Brunai mungkin tidak terlalu menggoncangkan karena hanya ada sedikit sekali orang Kristen disana. Tetapi di Malaysia isu ini telah memicu konflik internal diantara masyarakatnya sehingga pemerintah Malaysia merasa perlu untuk "meluruskan sesuatu". Bagaimana di Indonesia? Puncak "gunung es" telah muncul kepermukaan, tapi sayangnya tidak cukup ditanggapi oleh komunitas Kristen, khususnya lembaga-lembaga. Nama allah seolah berusaha untuk dipertahankan sebagai nama sesembahan yang universal, padahal jelas tidak demikian, dan tidak ada Negara didunia yang mengadopsi kata allah dalam terjemahan Kitab Suci kecuali Negara-negara yang beraliansi dengan Islam. Sebelum kita meninjau lebih lanjut, mari kita renungkan sebentar beberapa peliputan mass media mengenai hal ini.

Harian Umum Sore: SINAR HARAPAN, Jakarta, Januari 2008:
Pemerintah Malaysia Larang Nonmuslim Gunakan Kata "Allah"

Kuala Lumpur - Pemerintah Malaysia, Jumat (4/1), menegaskan bahwa nonmuslim tidak boleh menggunakan kata "Allah" dalam media penerbitan. Sikap tersebut menyulut keprihatinan di antara umat Kristen yang juga menggunakan kata Allah untuk menyebut Tuhan dalam Alkitab bahasa Melayu dan terbitan yang lain. Abdullah Zin, Menteri Urusan Agama Islam, Kamis, kepada wartawan menyatakan bahwa menurut pandangan kabinet, Allah mengacu pada Tuhan umat Islam dan hanya boleh digunakan oleh muslim, yang meliputi 60 persen dari sekitar 27 juta penduduk Malaysia.

"Penggunaan kata 'Allah' oleh nonmuslim akan meningkatkan kepekaan dan menciptakan kebingungan di antara muslim di Malaysia," kata Abdullah.

Bersamaan dengan itu, pemerintah memperingatkan kepada pengelola suatu surat kabar Katolik, The Herald, agar tidak lagi menggunakan kata "Allah" setelah izin terbitnya diperpanjang. "Kami telah menyetujui perpanjangan izin terbit. Kini mingguan tersebut wajib menaati keputusan pemerintah untuk tidak menggunakan kata Allah," kata Deputi Menteri Keamanan Mohamad Johari Baharum kepada kantor berita AFP.

Pernyataan pejabat pemerintah tersebut merupakan perkembangan dari kontroversi panjang yang melibatkan The Herald, sebuah mingguan Gereja Katolik Malaysia. Bulan lalu Kementerian Keamanan Internal menyatakan bahwa seksi bahasa Melayunya melarang kalau tidak menghentikan penggunaan kata "Allah" sebagai sinonim Tuhan. Namun, mingguan itu terkejut ketika kementerian tersebut berbalik akhir pekan lalu dengan memperbarui izin tahunan mereka - sebuah persyaratan pemerintah bagi seluruh terbitan di Malaysia - tanpa menerapkan suatu persyaratan apa pun. Mingguan tadi mengasumsikan itu sebagai persetujuan diam-diam untuk penggunaan kata "Allah".

Komentar Abdullah, Kamis itu, bagaimanapun, kembali melemparkan isu itu pada kebingungan baru dan tampaknya akan mengundang keluhan etnis minoritas atas hak-hak mereka yang terancam karena upaya pemerintah meningkatkan status Islam, agama resmi Malaysia. Editor The Herald, Pastor Lawrence Andrew, Rabu, menyatakan terbitan terkininya masih menggunakan kata "Allah", namun ia tidak mengetahui terbitan berikutnya mungkin menghilangkan kata itu.

"Kami akan mendiskusikan hal ini dengan pengacara dan penerbit kami," kata Andrew kepada The Associated Press. Namun, dia mengatakan pihaknya tetap mengajukan gugatan hukum atas larangan tersebut. "Kami tidak akan mencabut gugatan," kata Lawrence mengenai gugatan yang dilayangkan Desember tahun lalu. Telah Lama Andrew juga menegaskan kembali pendirian mingguannya bahwa umat Kristen yang berbahasa Melayu telah lama menggunakan kata "Allah", yang berakar dari bahasa Arab dan sebelum adanya agama Islam. "Terbitan kami menggunakan kata Allah dalam kutipan dari Alkitab (berbahasa Melayu). Tidak seorang pun mengatakan bahwa kami tidak boleh mengutip dari Alkitab. Ini akan menjadi pelanggaran berat terhadap hak-hak kami," tegas Andrew. Ia menolak berkomentar lebih jauh, dengan catatan bahwa mingguannya telah mengupayakan tindakan hukum untuk mendapat pengesahan hukum bagi yang disebut dalam hak-hak konstitusional untuk menggunakan kata "Allah". The Herald, dengan sirkulasi 12.000 eksemplar, diterbitkan dalam empat bahasa - bahasa Inggris, Melayu, Mandarin dan Tamil - bagi 900.000 umat Katolik Malaysia.

Sebuah gereja di negara bagian Sabah, timur Malaysia telah secara terpisah juga menerbitkan larangan penggunaan kata "Allah" dalam kesusastraan bahasa Melayu. Gereja-gereja menyatakan larangan itu melanggar kebebasan beragama yang dijamin oleh konstitusi. Isu-isu agama sangat peka di Malaysia, yang membanggakan diri akan harmoni multiras. Etnis China, yang sebagian besar penganut Kristen dan Buddha, meliputi sekitar seperempat populasi, sementara Hindu India kurang dari 10 persen. (ap/ant/afp/ega/ren)

Soon Li Tsin | Dec 21, 07 5:31pm
Johari: Only Muslims can use 'Allah'
The word 'Allah' can only be used in the context of Islam and not any other religion, said Deputy Internal Security Minister Johari Baharum.




next:   Jawapos  >>







  ARTICLE CONTENT:
1. Sampai kapan orang Kristen mau     bertahan?
2. Pemerintah Malaysia Larang     Nonmuslim Gunakan Kata "Allah"
3. Johari: Only Muslims can use     'Allah'
4. Mereka harus berhenti     menggunakan kata Allah
5. Kalimah2 suci ini dibatasi atau     dilarang samasekali digunakan     oleh non Muslim
6. Kabinet benarkan Islam sahaja     guna kalimah Allah
7. Comments: Those missionary     should think of something else
8. Surat Kabar Katolik Dilarang     Pakai Nama "Allah"
9. Kata 'Allah' hanya milik Islam
10. Media Nonmuslim Dilarang Tulis       'Allah'
11. Kesalahan terjemahan.
12. Allah itu nama tuhannya umat       Islam
13. WHO IS ALLAH?
14. The Moon God
15. Catatan Kita

      

  BULLETINS


 
Home | Articles & Readings | News & Events | Teachings | Q&A | Prophetic Mission
Mission In Picture | Prayer | Worship |Bulletins |Resources | About Us | Contact Us
Copyrights 2008 Cherubims Prophetic Ministry. All Rights Reserved.